Wednesday, February 25, 2015

Algoritma dalam kehidupan sehari-hari

Algoritma dalam kehidupan sehari-hari
Algoritma secara umum adalah rentetan perintah yang tersusun sistematis sehingga dapat mencapai suatu tujuan yaitu memecahkan suatu masalah. Kata algoritma sangat jarang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari karena algoritma biasanya hanya digunakan dalam beberapa hal atau aspek kehidupan seperti pembahasan tentang kode, program dan sejenisnya yang dikhususkan lagi dalam pembelajaran mengenai Teknologi Informasi Komputer (TIK). Biarpun algoritma jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari namun penerapannya hampir ada pada apa saja yang dilakukan sehari-hari seperti dalam hal memasak, mencuci, menyapu dan sebagainya.  Dalam melakukan sesuatu pasti ada beberapa langkah sehingga apa yang ingin dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan penggunanya.
Memasak nasi adalah sebagai contoh penerapan algoritma yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa langkah yang harus dilakukan agar nasi yang sebelumnya masih berupa beras agar menjadi nasi yang masak dan layak dimakan. Langkah-langkah tersebut adalah mencuci beras, dan mengukus beras dengan takaran air, suhu, dan waktu yang tepat. Jika takaran air terlalu sedikit maka nasi tidak dapat masak secara keseluruhan, dan sebaliknya beras akan menjadi bubur apabila air terlalu banyak. Langkah-langkah tadi harus dilakukan secara tepat dan sistematis agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan. Contohnya adalah langkah membersihkan beras tidak dapat dilakukan terakhir karena beras akan menjadi nasi terlebih dahulu karena proses pengukusan sehingga setelah dikukus, beras sudah menjadi nasi dan tidak dapat dibersihkan lagi, begitupun jika langkah ini dihilangkan maka nasi yang dihasilkan tidak sesuai dengan keinginan yaitu nasi yang masak dan layak dimakan karena nasi dalam kondisi ini tidak bersih sehingga tidak layak konsumsi. Dalam memasak nasi ada langkah yang dapat dianalogikan sama seperti perintah-perintah dalam pengertian algoritma secara umum yang dikerjakan secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan yaitu pada kasus ini menghasilkan nasi yang masak dan layak dimakan.
Algoritma seiring perkembangan peradaban manusia tidak hanya diartikan seputar perintah-perintah dan suatu tujuan namun berkembang sehingga bagaimana memilih atau memutuskan suatu kondisi sehingga dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Dengan kata lain, semakin maju perkembangan jaman maka suatu kondisi dituntut semakin cepat, efisien agar mendapat hasil yang lebih baik. Perkembangan ini kedengarannya hanya khusus pada beberapa hal seperti perkembangan jaringan seluler yang sebelumnya berupa 3G+ menjadi 4G atau peerkembangan smartphone (telepon pintar) menjadi lebih dalam beberapa aspek seperti kinerja prosesor, memori dan sebagainya. Namun tidak semua orang mengerti apa itu 4G atau smartphone (telepon pintar) seperti contoh diatas karena perkembangan itu hanya ada pada daerah tertentu saja seperti perkotaan yang maju sampai kepada kota yang sedang mengalami perkembangan. Konsep algoritma dan perkembangannya sudah lama ada di mana pun hanya konsepnya baru terkristal menjadi suatu rentetan definisi dan menjadi suatu cabang ilmu.
Melakukan suatu perjalanan merupakan salah satu contoh konsep algoritma yang sudah lama ada dalam kehidupan sehari-hari dan baru disadari sebagai algoritma yang berkembang seperti sekarang dimana efektivitas dari algoritma lebih ditekankan untuk mencapai suatu tujuan yang menghasilkan hasil yang lebih baik. Dalam melakukan suatu perjalanan, beberapa hal harus diperhatikan yaitu jenis transportasi dan rute dari perjalanan. Jenis transportasi berpengaruh pada tingkat kenyamanan dan biaya yang harus dikeluarkan oleh penumpang sedangkan rute perjalanan berpengaruh pada waktu perjalanan dan jenis pemandangan yang didapatkan oleh penggunanya. Dalam hal ini, terdapat beberapa pilihan yang mungkin terjadi yaitu rute cepat dengan pemandangan indah, rute cepat dengan pemandangan yang buruk, rute lama dengan pemandangan indah, dan rute lama dengan pemandangan yang buruk. Dengan adanya pilihan-pilihan ini maka terjadi pemilihan suatu keputusan mengenai rute mana dengan jenis pemandangan apa yang sesuai dengan keinginan dari penumpang. Setiap rute memiliki jalur-jalur sendiri yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan keinginan dari penumpang. Dalam pengambilan keputusan maka ada digunakan logika dari penumpang untuk memilih suatu pilihan seperti jika penumpangnya adalah seorang pegawai maka secara logis akan memilih rute yang cepat dengan pemandangan apapun sedangkan jika penumpangnya adalah seorang turis maka kemungkinan besar penumpang tersebut akan memilih rute perjalanan yang lama dengan pemandangan yang indah, kecuali dalam keadaan terburu-buru. Namun setiap orang memiliki logika yang berbeda-beda sehingga untuk menyelesaikan suatu masalah dapat memungkinkan munculnya banyak cara penyelesaian yang memiliki tingkat efektivitas yang berbeda-beda.
Semua orang memiliki logika masing-masing maka secara tak langsung semua orang dapat membuat suatu algoritmanya masing-masing untuk mencapai suatu tujuan. Namun tidak semua algoritma itu dapat diterapkan karena beberapa alasan seperti kurangnya fasilitas yang ada dan kurangnya sumber daya manusia untuk memahami dan menjalankan algoritma tersebut. Adanya perbedaan dari segi efektivitas, algoritma yang memiliki tingkat efektivitas yang tinggi yang sesuai dengan tuntutan jaman dan mudah dipahami dapat menjadi bahan acuan untuk pengajaran para pemula dalam hal mempelajari algoritma itu sendiri. Ketika seseorang sudah memahami konsep dari algoritma itu sendiri maka orang tersebut dapat membuat algoritma sendiri dengan dasar algoritma sebelumnya sehingga suatu masalah yang kompleks dapat diselesaikan dengan lebih cepat, efisien dan menghasilkan hasil yang lebih baik daripada algoritma sebelumnya. Oleh karena itu, algoritma hanya suatu kata dengan definisi yang  hanya diketahui oleh sekelompok orang yang terbatas tapi sebenarnya penerapan dari algoritma itu sendiri sudah lama ada di peradaban manusia dan berkembang sesuai dengan pemikiran manusia yang ada sehingga tidak ada kata sulit dalam hal mempelajari algoritma.

Erwin Guntoro    (D1041141014)


1 comment: