Tuesday, October 14, 2014

Algoritma Permutasi

Deskripsi :
permutasi adalah menggabungkan beberapa objek dari suatu grup dengan memperhatikan urutan. Di dalam permutasi, urutan diperhatikan.
{1,2,3} tidak sama dengan {2,3,1} dan {3,1,2}

Pseudocode :

start
Input bil1
Input bil 2
bil3 bil1-bil2
fak1 1
fak3 1
while bil1>0 do
    fak1 fak1*bil1
    bil1 bil1-1
while bil3>0 do
    fak3 fak3*bil3
    bil3 bil3 – 1
perm fak1/fak3
print prem
end

Nama : Doni Harianto
NIM : D1042131028

Algoritma Kombinasi

Deskripsi :
Kombinasi adalah menggabungkan beberapa objek dari suatu grup tanpa memperhatikan urutan. Di dalam kombinasi, urutan tidak diperhatikan.
{1,2,3} adalah sama dengan {2,3,1} dan {3,1,2}.

Pseudocode :


start
Input bil1
Input bil 2
bil3  bil1-bil2
fac1 1
fac2 1
fac3 1
if bil3<0, do
    print  “Anda memasukkan format bilangan yang salah”
else
    while bil1>0 do
        fac1 fac1*bil1
        bil1 bil1-1
    while bil2>0 do
        fac2 fac2*bil2
        bil2 bil2-1
    while bil3>0 do
        fac3 fac3*bil3
        bil3 bil3 – 1
    komb fac1/(fac2*fac3)
print komb
end

Nama : Richart Mevil Adhitya
NIM : D1042131008
 

Algoritma Menentukan Bilangan Prima atau Bukan

Deskripsi :
Bilangan Prima adalah bilangan yang hanya bisa dibagi habis oleh angka 1 dan bilangan itu sendiri.

Pseudocode :



Mulai
Input bil
Batas 1
Batas Batas + 1
Selama batas<bil lakukan,
Mod bil mod batas
Jika mod>0, lakukan kembali ke langkah 4, jika tidak cetak “ini bukan bilangan prima”
Selesai

Nama : Khairul Hadibi
NIM : D1042131034

Algoritma Pengulangan Mencetak Bilangan Ganjil angka 1 hingga 100

Deskripsi:
Anggapan variabel i=100 maka akan di proses variabel i modulus 2 adalah 1 yang di kerjakan secara berulang dari angka 1 hingga  100, lalu angka ganjil angka 1 hingga 100


Pseudo Code :
1.Start
2. I <---1
3.for (I<---1 to 100) Do
   If (I mod 2=1) then
      I<---I+1
      Write ('I')
   Endif

4.End


Nama : Nur RahmanR
NIM : D1042131018

Teknik Informatika UNTAN 2013 (Reg B)

Algoritma Repeat "Ayam" Until 100

Deskripsi
1. Mulai
2. Masukkan Ayam = 1
3. Ayam =Ayam+1
4.  Ayam > 100
5. Selesai

Pseudocode
  
1. Start
2. write ('Ayam')
3. 'Ayam' = 1
4. Repeat 'Ayam' = Ayam+1
5. Until 'Ayam' > 100
6. Finish


Nama : Muhammad Raafii
Nim : D1042131002

Algoritma Pengulangan FOR

Bentuk pengulangan yang menggunakan fungsi FOR

Pseudocode :
Begin
   For I:= 1 to 2 Do
    Begin
       Write(‘Pascal’);
      Writeln(‘Turbo’);
   End;
End.

Bila program dijalankan akan menghasilkan:
PascalTurbo
PascalTurbo


Nama : Ade Sumoko
NIM   : D1042131030

Algoritma Perulangan (Menampilkan bilangan genap antara 1 hingga 10)

Deskripsi :

1.Mulai
2.Masukkan variabel X=10
3.Kurangkan nilai variabel X dengan angka 2 (X=X-2)
4.Jika variabel X=0,maka ulangi langkah ke tiga
5.Selesai

Pseudo Code :

1.Start
2.X <----- 10
3.While (X<10) Do
          X 
<----- X-2
   Endwhile
4.End

Nama : Adhia Saputra
NIM : D1042131046

Teknik Informatika UNTAN 2013 (Reg B)

Algoritma untuk menampilkan bilangan ganjil antara 1-5

  • Algoritma untuk menampilkan bilangan ganjil antara 1-5
  1. Mulai
  2. Tentukan variabel A=1
  3. Untuk A=1 sampai 5, cetak A
  4. Jika variabel A=5, maka lanjut ke langkah 5, jika tidak tambahkan variabel A dengan 2 (A=A+2) kemudian lanjut kelangkah 3
  5. Selesai


    Pseudocode:
    1.Mulai
    2.Input A=1
    3.Untuk A=1 sampai 5, Cetak A
    4.If variable A = 5, go to step 5, if no A+ 2 (A = A + 2 then do to step 3
    5.End



    Nama: Tito Anggoro
    NIM  : D1042131014

Algoritma Pengulangan (Konversi Detik Ke Menit)

Deskripsi : Pertama inputkan jumlah detik yang diinginkan, contoh 80. setelah itu inputan akan di cek pada fungsi while pertama (jam) apakah inputan detik lebih dari 60 (1 menit = 60detik) jika ya maka variabel menit akan di tambah 1 dan inputan detik akan di kurangkan 60, lalu kembali keatas apakah inputan detik masih > 60 jika tidak akan tercetak menit dan detik  , jika inputan kurang dari 60 maka akan langsung di proses/cetak detik.


Pseudocode :

start

input detik

detik =  0
menit = 0

    while (detik>60)
    {
        menit = menit+1;
        detik = detik-60;
    }

output menit detik

end


Nama : Ifson Candra
NIM : D1042131024

Thursday, October 9, 2014

Regresi Linear Sederhana


Definisi;
Regresi Linear Sederhana adalah salah satu metode least square yang berfungsi untuk menguji hubungan sebab akibat antara Variabel Penyebab (X) terhadap Variabel Akibat (Y).

Variabel Penyebab pada umumnya dilambangkan dengan X sedangkan Variabel Akibat dilambangkan dengan Y.

Regresi linear sederhana juga merupakan salah satu metode statistik yang digunakan dalam produksi untuk melakukan peramalan ataupun prediksi tentang karakteristik kualitas maupun kuantitas.
Contoh penerapan regresi linear sederhana dalam produksi antara lain :

1. Hubungan antara lamanya kerusakan mesin dengan  kualitas produk yang dihasilkan

2. Hubungan antara jumlah pekerja dengan output yang diproduksi

3. Hubungan antara suhu ruangan dengan cacat produksi yang dihasilkan



 Berikut ini adalah prosedur dalam bentuk algoritma untuk mencari koefisien A dan B dengan metode regresi linier sederhana 
:
1. Mulai


2. Baca N


3. Harga awal


     JUMX  =0


     JUMY  =0


     JUMXY=0


     JUMXX=0


4. I=1 TO N

5.Ulangi proses ketiga untuk menghitung JUMX,JUMY,JUMXY,dan JUMXX

    JUMX= JUMX + X[I]


    JUMY= JUMY + Y[I]
JUMXY= JUMXY + X[I] x Y[I]

JUMXX= JUMXX + X[I] x X[I]


6. Hitung rata-rata X dan Y


     RATAX= JUMX / N


     RATAY= JUMY / N

7. Hitung koefisien pers.regresi,yaitu A dan B


    
A= RATAY – B x RATAX


     B= [JUMXY – (JUMX x JUMY) / N] / [JUMXX – (JUMX x JUMX) / N]

8. Cetak hasil


     Y= A + BX

9. Selesai



Tito Anggoro     (D1042131014)
 
Adhia Saputra   (D1042131046)