Thursday, November 20, 2014

DERET BILANGAN POSITIF

Sekumpulan deret yakni:
1.    1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, ...
2.    1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, ...
3.    1, 4, 2, 8, 4, 16, 8, 32, 16, ...
Penjelasan:
Bilangan yang hendak dicari dari tiap deret tersebut. Bila dimasukkan sebuah bilangan positif, maka bilangan itu menyatakan posisi bilangan deret ke-n. Bilangan pertama menyatakan nilai bilangan ke-n pada deret pertama, Bilangan kedua menyatakan nilai bilangan ke-n pada deret kedua, Bilangan ketiga menyatakan nilai bilangan ke-n pada deret ketiga, Bilangan keempat menyatakan nilai bilangan ke-n pada deret keempat.

Contoh polanya:
Contoh Masukan 1 :
1
Contoh Keluaran 1 :
1 1 1
Contoh Masukan 2 :
5
Contoh Keluaran 2 :
5 16 4
Contoh Masukan 3 :
3
Contoh Keluaran 3 :
3 4 2

Algoritma:

cariDeret(A, m, k)//A array yang berisi deret tersebut, m panjang arranya, k deret yang                   //hendak dicari
B //menyimpan hasil tiap deret
if(m = k) then //bila panjang array hanya satu makan nilainya adalah isi array itu
       return B = A[m]
else if (m < k) then
       return 0
else //m akan di kurang 1 terus menerus sampai terpenuhi m = k, kemudian dipanggil     //method cariDeret secara rekursif
       return cariDeret(A,m-1,k)
end



Nama : Hery Supriza
Nim : D1042131010

Menghitung Fibonacci

Deskripsi:
misanya deret fibonacci didefinisikan sebagai sbg beriukut:
f(1)=1
f(2)=1
f(n)=f(n-1)+f(n-2), jika n ≥ 3

Dari definisi fungsi itu, kita bisa melihat bahwa untuk menghitung F(n) diperlukan perhitungan terhadap F(n - 1) dan F(n - 2). Sangat jelas bahwa terdapat sifat rekursif pada deret Fibonacci.
Kita dapat membuat sebuah fungsi rekursif yang menghasilkan nilai F(n) dengan mudah:


algoritma:

 if (n = 1) or (n = 2) then begin
    Fibonacci := 1;
 end else begin
      Fibonacci := Fibonacci(n - 1) + Fibonacci(n - 2);


penjelasan

Fungsi di atas akan menghasilkan hasil yang benar. Misalnya, pemanggilan Fibonacci(3) akan menghasilkan 2, Fibonacci(4) akan menghasilkan 3, dan Fibonacci(5) akan menghasilkan 5.
Mengapa fungsi di atas dapat menghasilkan hasil yang benar? Ketika fungsi Fibonacci dipanggil dengan parameter 1 atau 2, fungsi tersebut akan mengembalikan nilai 1. Ketika fungsi itu dipanggil dengan parameter 3 ke atas, fungsi itu akan memanggil dirinya sendiri untuk mendapatkan hasil dari Fibonacci(1) dan Fibonacci(2), untuk mengeluarkan hasil yang benar untuk pemanggilan Fibonacci(3). Demikian seterusnya.

Nama : NUR RAHMAN R
NIM  : D1042131018

Algoritma Menghitung Jumlah Digit Suatu Bilangan

Deskripsi :
Algoritma ini berfungsi untuk menghitung jumlah digit suatu bilangan, sebagai contohnya adalah
misalnya nilai nya 678 maka jika kita menginputkan algoritma program ini maka akan menghasilkan hasil 21. 

Pseudocode :

int digit(n){
   if (n<10)
      return n;
else return (n % 10) + digit (n / 10);


Penjelasan :
Masukkan nilai n yang ingin dimasukkan, kemudian akan dilakukan proses selanjutnya yang menyatakan, jika nilai n lebih kecil dari 10, kembali ke n dengan mencetak nilai tersebut, namun jika tidak maka kembali ke nilai n dengan nilai n di modulus 10 dan ditambah digit yang dimana nilai n sudah dibagi 10


Nama : Ade Sumoko
NIM   : D1042131030

Wednesday, November 19, 2014

Jumlah Bilangan Deret

Algoritma menghitung jumlah deret (rekursif)

Deskripsi :
Algoritma ini berfungsi untuk menghitung jumlah bilangan deret yang dimasukkan

Algoritma :
int function  ab(m)
    if (m < -- 1)
       return 1;
    else
return ab(m - 1) + m;




Penjelasan :
Masukkan niai n yang ingin di masukkan , kemudian akan di proses sebgai beriku:
akan dilakukan pengecekan , apakah nilai n = 1 , jika ya cetak 1 ,jika tidak
akan di hitung sejumlah deret n yang di masukkan dengan proses (n-1) + n .
Contoh n = 10
maka prosesnya akan seperti di bawah ini :
10 = 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10 = 55


Nama : Ifson Candra
NIM : D1042131024

Tuesday, November 18, 2014

Algoritma Bilangan Faktorial

Deskripsi :
Algoritma ini berfungsi untuk mencari nilai faktorial dari sebuah bilangan.

Algoritma:

faktorial
hasil = 1

for (n=1,n<=faktorial,n++)
hasil=n*hasil

write hasil
end

Penjelasan:

Pertama kita lihat dulu nilai faktorialnya. Untuk disini saya akan memberikan contoh faktorial dari 3. Lalu kita lihat fungsi for (n=1,n<=faktorial,n++)
hasilnya:
(n=1,n<=3,1++)
hasil=2*1 =2
(n=2,n<=3,2++)
hasil=3*2 = 6
(n=3,n<=3,3++) (STOP fungsi for karena 3<=3)
lalu cetak hasil =6
jadi nilai faktorial 3 adalah 6

Nama : Deddy Amsyah
NIM   : D1042131006



Algoritma Jumlah Deret Genap



Deskripsi :
Algoritma ini berfungsi untuk menghitung jumlah deret genap.

Algoritma:
Menghitung jumlah deret genap S(n) = 2 + 4 + 6 + 8 + .... + (2 * n)
Function deret2(n)
    if (n == 1)
       return 2;
    else return deret 2(n - 1) + (2*n);


Penjelasan :
Pada program diatas penghitungan dilakukan dengan rumus deret n.
S(n)=2+4+…. +n

Prosesnya adalah :
Pada algoritma di atas, kita masukkan nilai n berapapun yang kita inginkan. Kemudian nilai akan dicek apakah sama dengan 1 atau tidak. Jika tidak maka akan lanjut ke else penjumlahan akan diulang selama hasil 2(n-1)+(2*n) bukan 1. Sehingga proses akan berulang sebanyak n yang kita inginkan.

Contoh :
N = 5. Maka penjumlahan S(n)=2+4+6+ …. +n
S(5)=2+4+6+8+10 = 30

Nama           : Muhammad Muammar Qadafi
NIM            : D1042131044

Algoritma Permutasi secara Rekursif (Pseudo Code)

Deskripsi :

Algoritma ini dibuat untuk mencari nilai permutasi dengan fungsi rekursif dalam bentuk pseudo code.

Pseudo Code :

function Permutasi (a,b)
if (b <--- 0) then
      write ('a')
else
      write ('(a,b-1) * ([a-b] + 1)')
end

Penjelasan :

Pseudo code di atas menjelaskan bahwa diberikan iterasi b sama dengan 0,di mana proses pseudo code tersebut akan berhenti jika nilai b sama dengan 0 (kondisi TRUE) yang hasilnya nilai fungsi Permutasi tersebut sama dengan a.

Misal nilai Permutasi (2,3) di mana nilai a ialah 2 dan b ialah 3. (kondisi FALSE)

Permutasi (2,3) = (2,2) * 0
                          = 0
Permutasi (2,2) = (2,1) * 1
                          = 2 (VALID)
Permutasi (3,3) = (3,2) * 1
                          = 6 (VALID)

Dapat disimpulkan bahwa pada permutasi di mana nilai a dan b adalah sama,seperti pada permutasi (2,2) dan (3,3) dapat dijelaskan dengan mudah seperti berikut :

Permutasi (2,2) berarti (2,1) * 1 di mana (2,1) dianggap saja 2 x 1 = 2.Sesuai dengan : 2! = 2 x 1! yang hasilnya juga 2.
Permutasi (3,3) berarti (3,2) * 1 di mana (3,2) dianggap saja 3 x 2 = 6.Sesuai dengan : 3! = 3 x 2 x 1! yang hasilnya juga 6.

Nama : Adhia Saputra
NIM   : D1042131046
Teknik Informatika UNTAN 2013 (Reg B)


















Algoritma Pangkat

Deskripsi:

FUNCTION
Pangkat (X: Integer , Y: Integer)
Integer
         IF Y = 0 THEN
            Pangkat <- 1
     ELSE
            Pangkat <- X  * pangkat (X,Y-1)
    ENDIF
END FUNCTION
INPUT X, Y
OUTPUT Pangkat (X,Y)



Penjelasan
Program di atas akan berhenti jika pangkatnya 0. Contohnya 3^5 berarti kita akan mengurangi pangkatnya sebesar 1 menjadi 3 x 3^4 dan kita akan mencari hasil nya , hasilnya adalah 243

Prosesnya adalah , Selama pangkaynya > 0 , maka pangkat nya -1 jika pangkatnya sudah 0 , maka program tersebut akan berhenti

Contohnya;
3^5 = 3 x 3^4 = 3 x 81 = 243
3^4 = 3 x 3^3 = 3 x 27 = 81
3^3 = 3 x 3^2 = 3 x 9 = 27
3^2 = 3 x 3^1 = 3 x 3 = 9
3^1 = 3 x 3^0 = 3 x 1 = 3
3^0= 3 x 1 = 3







Nama : Tito Anggoro
NIM   : D1042131014

Algoritma Volume Tabung

Deskripsi :
Algoritma ini berfungsi untuk mencari volume dari sebuah tabung. Rumus volume tabung adalah phi*r*r*t.

Algoritma:

function volume(r,t)
    volume1 <-- 3,14*r*r*t
    print volume1
end


Penjelasan :
Pada program diatas, akan terjadi proses perhitungan volume tabung yang akan dimasukkan ke dalam variabel volume1. Proses tersebut adalah 3,14*r*r*t.

Contoh :
volume(7,10)
Proses : volume1 <-- 3.14*7*7*10
yang berarti volume1 = 1538.6

volume(5,14) = 1099
volume(9,20) = 5086.8


Nama : Doni Harianto
NIM : D1042131028

Algoritma Mencari Kelipatan Suatu Bilangan Dalam Range Angka Tertentu

Deskripsi :
Algoritma ini berfungsi untuk mencari kelipatan suatu bilangan dalam range angka yang berarti antara satu angka dan angka yang lain. cth : kelipatan angka 3 diantara angka 40 sampai 55.

Algoritma:

function kelipatan(angka,batas_awal,batas_akhir)
    while (batas_awal<=batas_akhir)
        if ((batas_awal % angka)==0)
            print batas_awal, ", "
        end
        batas_awal <-- batas_awal + 1
    end
end


Penjelasan :
pada program diatas, iterasi pada fungsi diatas akan berhenti ketika nilai batas_awal melebihi nilai batas_akhir. Sebagai contoh, untuk nilai kelipatan(3,10,50) berarti kita akan mencari kelipatan angka 3 diantara angka 10 sampai 50. Hasil dari kelipatan(3,10,50) adalah :
12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36, 39, 42, 45, 48,

Prosesnya adalah : selama nilai batas_awal lebih kecil dari nilai batas_akhir, akan terjadi pengecekan apakah nilai batas_awal modulus nilai angka adalah 0? jika iya maka nilai batas_awal akan dicetak kemudian nilai batas_awal akan ditambah 1 dan seterusnya sampai nilai batas_awal melebihi nilai batas_akhir.

Contoh :
kelipatan(5,41,60) = 45, 50, 55, 60,
kelipatan(7,102,201) = 105, 112, 119, 126, 133, 140, 147, 154, 161, 168, 175, 182, 189, 196,


Nama : Richart Mevil Adhitya
NIM : D1042131008

Tugas Tanggal 18 Nov 2014

Tugas Tanggal 18 Nov 2014

Buatlah algoritma dalam pseudeo code dengan ketentuan :

  1. Kegunaan algoritma harus dideskripsikan dengan jelas
  2. Menggunakan algoritma rekursif
  3. Berikan penjelasan secukupnya
  4. Tidak boleh ada yang sama antara 1 mahasiswa dengan mahasiswa yang lain (posting yang terakhir dianggap batal)
  5. Di posting paling lambat hari ini (18 Nov 2014) jam 24.00 wiba


Contoh :

Judul : Algoritma menghitung hasil kali dua bilangan

Deskripsi :
Algorma ini adalah algoritma untuk menghitung hasil kali dari dua buah bilangan dengan fungsi rekursif.

Algoritma :

function tif(a,b)
if b = 1 then
   tif = a
else
   tif = a + tif(a,b-1)

Penjelasan :
Pada algoritma di atas, iterasi pada fungsi tersebut akan berhenti sampai nilai b = 1 yang menghasilkan nilai fungsi tif = a.
Sebagai contoh, untuk nilai tif(3,4), penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

tif(3,4) = 3 + tif(3,3)
tif(3,3) = 3 + tif(3,2)
tif(3,2) = 3 + tif(3,1)
tif(3,1) = 3

Dari hasil di atas didapat :


tif(3,2) = 3 + 3 = 6
tif(3,3) = 3 + 6 = 9
tif(3,4) = 3 + 9 = 12